19 September 2013, Pukul 18.05.00.
Satu hari yang tidak akan perna bisa aku lupakan. Sore itu sehabis sholat magrib, aku mendapat berita bahwa mamaku, ibunda tercintaku telah tiada, mama telah pergi meninggalkan kita semua untuk selamanya. Tepat satu hari sebelum kepergian mama, aku telah menulis dalam blog bahwa diabet melitus telah merenggut senyumnya, dan kemudian esok harinya mama pergi untuk selama-lamanya.
Mama meninggal dalam kondisi koma di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, di ruang ICU pada pukul 18.05. Malam sebelum kepergian mama, aku menunggu mama sampai jam 1 malam di rumah sakit sebelum akhirnya mama dipindahkan ke ruang ICU. Singkat cerita, rumah sakit tidak mengizinkan mama masuk ICU karena mama memiliki luka dikaki yang bau nya sudah tidak sedap (busuk). Padahal kondisi mama sejak masuk IGD pada sabtu 14 September 2013 sudah tidak memungkinkan untuk dimasukkan ke ruang rawat inap biasa, tapi apa daya kami sekeluarga menggunakan Kartu Jakarta Sehat yang merupakan bantuan dari PEMDA Jakarta untuk mempermudah masyarakat yang kurang biaya. Uang kami sudah habis untuk berobat mama di Klinik Specialist Diabetes selama sebulan terakhir yang tidak kunjung membaik. Mama sudah cukup berjuang selama ini melawan segala penyakitnya, kami sekeluarga sudah ikhlas dan pasrah dengan kehendak Allah S.W.T. dan kami yakin InsyaAllah mama sudah lebih tenang disana.
Kepergian mama meninggalkan luka yang dalam bagi kami, walaupun kami semua ikhlas dengan kembalinya mama kesisi NYA, kami tetap merasakan kesedihan yang sulit kami hindari. Mama begitu berarti bagi kami, perjuangannya untuk membesarkan kami anak-anaknya tidaklah mudah. Maaa.. maafin kita yang selalu membuat mama susah, membuat mama sedih dengan tingkah laku kita yang tidak baik :( apapun yang kami lakukan tidak akan cukup menggambarkan besarnya pengorbanan yang mama berikan untuk anak-anak mama.
Dan yang paling menyedihkan, aku menjadi satu-satunya anak mama yang akan menikah tanpa kehadiran mama :( walaupun dari awal mama selalu bertanya kapan aku menikah, tapi Allah berkehendak lain. Selamat Jalan mamaa.. selamat jalan ibundaku tercinta, cinta dan sayang kami tidak akan perna luntur oleh waktu, kami selalu merindukanmu.. semoga engkau mendapat tempat yang paling indah disisi NYA. Amin Ya Robbal Alamin.
Minggu, 29 September 2013
Rabu, 18 September 2013
Diabetes Melitus Merenggut Senyum Mamaaku
sudah sebulan ini mama terbaring ditempat tidur tak berdaya, ditambah beberapa hari ini kesadarannya mulai menurun dan kemarin mama dinyatakan koma karena virus infeksi yang menyebar diseluruh tubuh mama mulai meluas. Selama kurang lebih sebulan ini kami sekeluarga uda berusaha keras untuk menyembuhkan luka dikaki mama ke dokter khusus diabet, tapi kesehatan mama cenderung menurun. Mama yang memiliki riwayat jantung koroner harus menambah komplikasi dengan penyakit liver. Kam sekeluarga sudah pasrah dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada mama, tp kami tak sampai hati melihat kondisi mama saat ini.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, ampunilah segala dosa - dosa ibu kami, berikanlah jalan yang terbaik untuknya jangan berikan cobaan seberat ini kepadanya Ya Allah :(
Air mata aku seolah tiada artinya, kelelahan aku dan keluarga tidak sebanding dengan penderitaan yang mama alami saat ini. setiap hari mama mengeluh sakit, entah di kaki atau bagian tubuh yg lain. Maaaa dede kangen mamaaaaa, kembalilah menjadi mama yang periang dan penuh tawa, kami rindu mama. Mama yang selalu mencintai kami T-T.
Hanya mukzizat Allah yang dapat mengembalikan mama kepada kami sepertti dulu lagi. Kami semua berserah kepada keputusan NYA. Smoga penderitaan ini, mimpi buruk ini segera berakhir.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, ampunilah segala dosa - dosa ibu kami, berikanlah jalan yang terbaik untuknya jangan berikan cobaan seberat ini kepadanya Ya Allah :(
Air mata aku seolah tiada artinya, kelelahan aku dan keluarga tidak sebanding dengan penderitaan yang mama alami saat ini. setiap hari mama mengeluh sakit, entah di kaki atau bagian tubuh yg lain. Maaaa dede kangen mamaaaaa, kembalilah menjadi mama yang periang dan penuh tawa, kami rindu mama. Mama yang selalu mencintai kami T-T.
Hanya mukzizat Allah yang dapat mengembalikan mama kepada kami sepertti dulu lagi. Kami semua berserah kepada keputusan NYA. Smoga penderitaan ini, mimpi buruk ini segera berakhir.
Langganan:
Postingan (Atom)
