Minggu, 29 September 2013

Selamat Jalan Mama ku..

19 September 2013, Pukul 18.05.00.

Satu hari yang tidak akan perna bisa aku lupakan. Sore itu sehabis sholat magrib, aku mendapat berita bahwa mamaku, ibunda tercintaku telah tiada, mama telah pergi meninggalkan kita semua untuk selamanya. Tepat satu hari sebelum kepergian mama, aku telah menulis dalam blog bahwa diabet melitus telah merenggut senyumnya, dan kemudian esok harinya mama pergi untuk selama-lamanya.

Mama meninggal dalam kondisi koma di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, di ruang ICU pada pukul 18.05. Malam sebelum kepergian mama, aku menunggu mama sampai jam 1 malam di rumah sakit sebelum akhirnya mama dipindahkan ke ruang ICU. Singkat cerita, rumah sakit tidak mengizinkan mama masuk ICU karena mama memiliki luka dikaki yang bau nya sudah tidak sedap (busuk). Padahal kondisi mama sejak masuk IGD pada sabtu 14 September 2013 sudah tidak memungkinkan untuk dimasukkan ke ruang rawat inap biasa, tapi apa daya kami sekeluarga menggunakan Kartu Jakarta Sehat yang merupakan bantuan dari PEMDA Jakarta untuk mempermudah masyarakat yang kurang biaya. Uang kami sudah habis untuk berobat mama di Klinik Specialist Diabetes selama sebulan terakhir yang tidak kunjung membaik. Mama sudah cukup berjuang selama ini melawan segala penyakitnya, kami sekeluarga sudah ikhlas dan pasrah dengan kehendak Allah S.W.T. dan kami yakin InsyaAllah mama sudah lebih tenang disana.

Kepergian mama meninggalkan luka yang dalam bagi kami, walaupun kami semua ikhlas dengan kembalinya mama kesisi NYA, kami tetap merasakan kesedihan yang sulit kami hindari. Mama begitu berarti bagi kami, perjuangannya untuk membesarkan kami anak-anaknya tidaklah mudah. Maaa.. maafin kita yang selalu membuat mama susah, membuat mama sedih dengan tingkah laku kita yang tidak baik :( apapun yang kami lakukan tidak akan cukup menggambarkan besarnya pengorbanan yang mama berikan untuk anak-anak mama.

Dan yang paling menyedihkan, aku menjadi satu-satunya anak mama yang akan menikah tanpa kehadiran mama :( walaupun dari awal mama selalu bertanya kapan aku menikah, tapi Allah berkehendak lain. Selamat Jalan mamaa.. selamat jalan ibundaku tercinta, cinta dan sayang kami tidak akan perna luntur oleh waktu, kami selalu merindukanmu.. semoga engkau mendapat tempat yang paling indah disisi NYA. Amin Ya Robbal Alamin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar